Minggu, 11 Mei 2014

Rumah Tahfidz Daarul Qur’an merupakan program yang digagas oleh Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, program ini mengembangkan centra-centra tahfidz dilingkungan masyarakat dan perusahaan. Ide dasarnya untuk membibit dan mencetak para penghafal Al-Qur’an dengan melibatkan potensi masyarakat yang ada. Rumah Tahfidz Daarul Qur’an menjadi salah satu sarana membangun generasi yang qur’ani dan berakhlakul karimah. Saat ini sudah berdiri 300 rumah tahfidz yang di dirikan secara mandiri oleh masyarakat di seluruh Indoensia dengan supervisi dari PPPA Daarul Qur’an. Sedang sebagai sebuah gerakan telah berdiri lebih 3000 rumah tahfidz yang dikembangkan masyarakat dengan polanya sendiri. Rumah tahfidz yang dikembangkan oleh PPPA adalah rumah tahfidz yang tidak saja sekadar melakukan aktifitas hapalan dan kajian Al Qur’an. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana rumah tahfidz juga mengaplikasi Al Qur’an di dalam kehidupan sosial masyarakat sekitar. Oleh karenanya selain kegiatan mengaji dan menghafal Al Qur’an, rumah tahfidz juga menjadi tempat kegiatan sosial dan ekonomi seperti: pemberdayaan ekonomi rumah tahfidz melalui program Ekonomi Pesantren Produktif (EKSPORT), penyembelihan dan penyaluran hewan qurban melalui program Qurban Istimewa (QUIS), kepedulian bencana melalui Santri Siaga dan Tanggap Bencana (SIGAB), program orangtua asuh melalui program Jadikan Aku Santri Qur’an (JARIQU), santunan anak yatim melalui Beasiswa Santri Yatim dan Bingkisan Untuk Yatim (BUY), dan bantuan guru rumah tahfidz melalui program Simpatik Guru. Oleh karenanya rumah tahfidz PPPA adalah rumah tahfidz yang tidak bersifat ekslusif tetapi inklusif atau terbuka. Sehingga rumah tahfidz PPPA dapat menjadi pusat syiar dan pembelajaran Al Qur’an beserta aplikasinya.
(Taked Copy on:10 Mei 2014 from PPPA Daarul Qur'an)


VISI
Ø   Mencetak diri menjadi generasi Qur’an yang mewujudkan nilai-nilai al-Qur’an dalam bidang hidup:,keluarga, organisasi, masyarakat dan bernegara.
MISI
1.      Melatih diri, melahirkan dan menjadi guru dan trainer al-Qur’an. Mampu menjadi
2.      Penyelenggara event organizer berupa seminar, pelatihan, work shop, privat dan kursus tentang pendidikan dan pengajaran al-Qur’an.
3.      Membangun kerjasama dengan berbagai lembaga kajian al-Qur’an dalam pendidikan, organisasi dan perusahaan
PROGRAM KERJA
v  Pelatihan, Kursus dan Privat al-Qur’an
v  Basiq-A(Bimbingan Siswa/Santri Intensif Qur’an untuk Anak)
v  Basiq-F(Bimbingan Siswa/Santri Intensif Qur’an untuk Family)
v  BBQ(Bimbingan Baca Qur’an)
v  BT2Q(Bimbingan Tahfidz  dan Tahsin Qur’an)
v  SON-AIR(Santri On Air Ramadhan) Talk Show di Radio dan TV
v  Program Kader Guru Tahfidz Al-Qur’an
bberdhuha, berjalan dimalam hari, berbicara saat diam......bermunajat dalam do'a
bbuat kita, buat anda dan buat pembaca....

Program Sedekah dan Wakaf  Tanah & Pembangunan
Untuk Sekolah Tahfidz Indonesia Parung Jawa-Barat
Rp.1.500.000/m²
Bisa menghubungi penulis di 087871906812
Facebook, Ahmad Masrul
Bank Syariah Mandiri : 7011278013 



















Soal nikah, rezeki dan maut manusia? tak ada satu pun manusia yang mengetahuinya. siapa ingin menikah dengan bahagia? nikahnya menemukan kesuksesan bukan kegagalan? nikahnya mendapat ridho ortu dan tuhan-Nya? nikahnya menghasilkan keturunan sholeh-sholehah...
begitu pun soal rezeki, sangat misteri. kita sudah berusaha sekuat tenaga hingga titik darah terakhir tetapi mengapa tetapa papa, mari kita tanya kepada diri kita, ada apa dibalik diri kita. karena kemiskinan rezeki bisa kita rubah dengan kekayaan rezeki.
begitu pun soal maut, kita berharap disaat menjemput maka maut kita ada dalam kematian yang diridhoi oleh Allah.
itu semua dapat anda dapatkan, dalam buku ini. Being Rich By Married. selamat membaca. Ahmad Masrul

Selasa, 06 Mei 2014



Rabu, 26 Februari 2014


Menghafal al-Qur’an Itu Mudah Dengan Sehati (See, Hear, Think)
Ahmad Masrul





Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?














Inspirasi


Kita ga pengin anak kita cuman pinter otaknya doang. Tapi yang akhlaknya bagus. Dia rajin sholat, dia jalanin sunnah, mau ngedoain orang tuanya, bahkan dia ngafalin al-Qur’an. Mari kita wujudkan bersama-sama.”
Ustadz Yusuf Mansur





















Assalamu’alaikum wr.wb
Allahumma shalli ‘ala sayidina Muhammadin wa ‘ala ali sayidina Muhammad. Amma ba’du.
Teman-teman sahabat al-Qur’an, semoga baik dan sehat semua. Amiin.
Teman-teman sahabat al-Qur’an, sekarang kita dapat membaca dan menghafal al-Qur’an dengan mudah. Apakah teman-teman siap menghafal al-Qur’an? Siappp!
Caranya sangat mudah dan tidak susah. Karena kita akan dipandu oleh buku dan panduan metode membaca dan menghafal al-Qur’an Sehati (See, Hear dan Think).
Teman-teman sahabat al-Qur’an, bagi yang belum bisa membaca al-Qur’an jangan kecil hati, pasti bisa. Bagi sahabat al-Qur’an yang sudah bisa membaca al-Qur’an, yu...kita menghafalnya.
Mari kita belajar membaca dan menghafal al-Qur’an dengan asyik, semangat dan sehati. OK
Semoga berkah dan bermanfaat Selamat belajar. Amiin.
Jakarta, 10 Januari 2014
Penemu Metode Sehati,


Ahmad Masrul

Senin, 28 Oktober 2013

PROGRAM 
DONAT AKHIRAT, SAFA DAN KULIAH AL-QUR’AN
RUMAH TAHFIDZ SAIJAAN
oleh: Ust. A. Masrul 

Atas segala kehendak-Nya, segala sesuatu yang kita rencanakan itu akan berjalan. Begitu juga dengan beberapa program yang digulirkan oleh Rumah Tahfidz Saijaan. Beberapa bulan yang lalu, rumah tahfidz saijaan sedang dan telah menggulirkan prgram-program yang bermanfaat untuk umat, semoga program yang akan digulirkan pun semakin bermanfaat.
Program yang terbaru di bulan November 2013 ini, akan merealisasikan dari program SAFA (santunan anak yatim dan dhuafa). Alhamdulillah, karena rumah tahfidz saijaan memiliki santri dari bebebrapa keluarga yang yatim maka program ini mudah dilaksanakan. Kedepan, program ini akan didesain seapik mungkin untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang memang kurang beruntung dalam hidupnya, namun mereka memiliki prestasi dan akhlakul karimah yang sangat baik dan luar biasa, terutama prestasi dalam hafalan al-Qur’an.
Program yang kedua, yaitu Donat Akhirat. Nabi bersabda, Ketika anak Adam (manusia) meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal, amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendo’akan kedua orang tuanya. (HR. Muslim)
Bercermin kepada Hadits Nabi diatas, kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah mempersiapkan bekal yang tiga tadi? Jika belum maka carilah, mulailah dan merasa khawatir jika belum ada. Sebab apa? Ketiganya adalah amal dan investasi yang nilainya sungguh mahal, investasi yang tidak pernah akan rugi, investasi yang terus akan menguntungkan dan investasi sepanjang hayat dalam kehidupan. Baik dunia dan akhirat.
Tetapi sebagian dari kita, terkadang lupa oleh adanya kehidupan dunia yang sementara. Asyik terlalu asyik oleh urusan kesenangan sesaat. Banyak saudara kita ketika mati, minum-minuman keras, ada dalam lembah zina, berjudi, bermabuk-mabukan, pesta ganja, amit-amit ada yang mati karena bunuh diri karena stress atau over dosis oleh narkotika.
Gambaran itu ada ditengah-tengah kita, terkadang ada dalam rumah tangga kita, tanpa kita sadari dan ngeh, tanpa kita peduli dan cuek bebek.  Kita baru sadar dan mata terbelalak ketika kematian menghampiri kita atau saudara kita. Innalillahi wa inna illaihi roji’un. Meninggal kenapa? Mohon maaf, over dosis narkoba. Meninggal kenapa? Mabuk ganja. Meninggal kenapa?  Judi. Meninggal kenapa? Main perempuan. Meninggal kenapa, Bunuh diri, meninggal kenapa? Mabuk janda. Allah Karim. Naudzu billah tsumma naudzu billah.
Bukankah Narkoba, judi, main perempuan, mabuk ganja lain lagi dengan mabuk janda, itu adalah kesenganan sesaat? Tetapi berbuah akhirnya adalah penyesalan yang tidak berujung, tidak tuntung yang membuat kita hidup di dunia dan akhirat menjadi buntung. Rugi seumur hidup tanpa bekal kebaikan. Sebelum terlambat, maka banyaklah bertobat dari maksiat, kita siapkan diri banyak –banyak makan kebaikan berupa donat akhirat.
Program donat akhirat adalah satu program jemput zakat dan sedekah dari orang tua santri Rumah Tahhfidz khususnya, dan umumnya kepada siapapun yang akan berzakat dan bersedekah kepada Rumah Tahfidz Saijaan. Sedekah dan zakat anda, siap dijemput oleh petugas kami.
Program ketiga, yaitu kuliah al-Qur’an. Diperuntukan bagi siapapun terutama dari para mahasiswa dan umum yang sama-sama ingin belajar al-Qur’an bahkan menghafalnya. Bias mengikuti program ini. Para ibu rumah tangga, dokter, pokoknya siapapun, mari kita mulai belajar membaca al-Qur’an. Program ini akan dibuka dengan kuliah perdananya yaitu hari Ahad, 1Desember 2013. Bagi yang belum dan akan mendaftar bias langsung datang ke Gerai Rumah Tahfidz Saijaan, di jalan Hasan Basri Rt. 01 Kotabaru. Telepon 0821 5343 1214 atau 0877 0439 0809.
Perkuliahan dilaksanakan pada malam hari selepas sholat Isya, pukul, 20.00 s,d 21.30 dengan alokasi waktu 3 kali pertemuan dalam seminggu. Dengan cara ini, insyaAllah sedikit demi sedikit kita sama-sama akan dan telah mengamalkan dan mengagungkan satu perintah Allah, yaitu membaca kitab al-Qur’an. Semoga bermanfaat dan berkah.



Selasa, 08 Oktober 2013

Berawal dari Pesantren
Ahmad Masrul
Ajarilah anakmu dengan tiga hal, cinta kepada nabimu, kepada keluarganya dan bacalah al-Qur’an (Nabi Muhammad saw).
Pesantren bagiku awalnya seperti penjara. Pertama masuk pintu gerbangnya, serasa mencekam, tampak angker dan serem. Apakah pesantren memang sama dengan anggapanku? Ternyata tidak. Setelah beberapa bulan dan tahun akhirnya aku pun menjadi betah. Bahkan aku lulus dari pesantren dengan predikat yang sangat baik.
Tetapi kenapa, kawanku ada yang berhenti ditengah jalan. Tidak betah hanya dengan alasan, di pesantren lingkungannya membosankan. Begitu juga teman-temanku yang dikampung banyak yang bilang, masuk pesantren kedepannya mau jadi apa? Ya itu anggapan orang. Tetapi bagiku yakin, bukankah jalan hidup setiap manusia sudah Allah gariskan. Mana yang akan kita pilih? Itulah jalan hidup yang kita raih dan dapatkan. Begitu juga dengan soal keyakinan kepada-Nya, diberikan kebebasan. Siapa yang mau mukmin dan siapa yang mau kafir? Tergantung pribadi kita. 
Hampir dua bulan aku merenung awal masuk pesantren, apakah aku bisa beradaptasi dengan setiap orang yang aku kenal? Lebih jauh dari itu bagaimana mengenal kepribadian diri dan orang lain. Bahkan mengenal hidup bermasyarakat dan nantinya bernegara. Tidak terasa perjalanan hidup, bersekolah di Pesantren menyimpan banyak kenangan manis dan pahit. Pahit bagai empedu.  Manis hitam gula jawa, yang kelak berubah menjadi manis putih gula pasir. Terus menjadi manis hingga akhirnya, usia tidak terasa tua dan renta. Tetapi kita berbahagia, ada al-Qur’an didada dan jiwa. Tua rentanya raga, tidak sama dengan tua rentanya jiwa. Ketika kita ada al-Qur’an didada membuat jiwa dan hati kita kuat bagai baja walau usia sudah tua.

Tidak ada yang salah dan memang selalu benar adanya. Kalam Allah dan Rasul-Nya. Bahwa, siapa orang yang dihati-didada-ditenggorokan tidak memiliki bacaan atau pun hafalan al-Qur’an, maka orang itu bagaikan rumah yang rapuh. Sudikah kita memiliki jiwa yang rapuh? Siapapun orangnya tentu tidak ada yang mau. Semua orang berharap, memiliki jiwa yang kuat dan sehat seperti kawat balung besi. Mari diri dan keluarga kita, rumah dan masyarakat kita, Negara tercinta Indonesia mulai dihiasi dengan banyak membaca dan menghafalkan al-Qur’an.